Latest Post

Kedungwuni - SMK Negeri 1 Kedungwuni mengadakan studi banding ke SMKN 7 Semarang dan SMK Tunas Harapan Pati pada hari Selasa, 8 Oktober 2019. Studi Banding di ikuti oleh Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Kakom Kompetensi Keahlian, Ketua Pokja Prakerin dan Koordinator Tata Usaha. 

Studi Banding tersebut bertujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran di SMK Negeri 1 Kedungwuni. Hasil yang didapat dari studi banding adalah ingin menjadikan SMK Negeri 1 Kedungwuni sebagai sekolah berbudaya industri dan membuat kelas industri  yang menjadikan lulusan SMK sebagai lulusan seperti yang dibutuhkan dalam dunia industri.









Kedungwuni - TBS merupakan seperangkat alat tes yang digunakan untuk memprediksi kemampuan seseorang jika yang bersangkutan diberikan kesempatan untuk melanjutkan belajar ke jenjang yang lebih tinggi. TBS dikembangkan oleh Pusat Penilaian Pendidikan, Balitbang Kemendikbud sejak tahun 1990, pada awalnya diberi nama Tes Potensi Belajar (TPB) dan berubah nama sejak tahun 2000.


TBS yang dikembangkan oleh Puspendik sedikit banyak mengacu pada pengembangan SAT (Scholastic Aptitude Test). SAT merupakan tes potensi yang digunakan sebagai salah satu alat selesksi masuk perguruan tinggi di Amerika. TBS dikembangkan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang terdiri dari 3 subtes dan masing-masing subtes mempunyai beberapa sub lagi. Ketiga sub tersebut mengukur kemampuan bernalar seseorang. Berikut ini rincian masing-masing subtes TBS:
  1. Subtes Verbal : mengukur kemampuan seseorang dalam menggunakan logika verbal untuk menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan masalah kata/bahasa
    Subtes verbal terdiri dari: Sinonim, Antonim, Analogi dan Wacana
  2. Subtes Kuantitatif: mengukur kemampuan matematis sederhana, memahami konsep matematika dan menggunakan logika angka untuk menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan angka.
    Subtes Kuantitatif terdiri dari: Deretan Angka, Aritmatika dan Aljabar, dan Geometri.
  3. Subtes Penalaran: Mengukur kemampuan untuk memilih dan mengorganisasi informasi yang relevan untuk menyelesaikan masalah.
    Subtes Penalaran terdiri dari: Logis, diagram dan Analitis.
TBS digunakan untuk berbagai kepentingan, diantaranya:
  1. Alat ukur dalam sistem seleksi masuk perguruan tinggi. Berdasarkan hasil penelitian, TBS terbukti valid dan reliabel sehingga sangat sesuai jika digunakan sebagai alat seleksi.
  2. Peminatan di tingkat SMA, siswa yang menunjukkan skor tinggi pada subtes verbal disarankan untuk masuk ke jurusan IPS, sedangkan siswa yang tinggi pada subtes kuantitatif disarankan untuk masuk peminatan IPA. Untuk kedua peminatan tersebut siswa dituntut memiliki kemampuan penalaran yang tinggi pula.

TBS di SMK 1 Kedungwuni dilaksanakan pada hari Selasa, 1 Oktober 2019 yang diikuti oleh seluruh kelas XII ( 7 kompetensi Keahlian), Tes Bakat dilaksanakan 2 sesi mulai Pukul 08.00 - selesai.





Kedungwuni - Raport Hasil PTS Siswa kelas X, XI dan XII diterima pada tanggal 30 September 2019. Raport Hasil PTS dibagikan secara murni sesuai dengan hasil PTS masing-masing siswa. Yang bertujuan agar orang tua mengatahui Hasil Ujian yang telah ditempuh oleh putra putrinya untuk bisa memantau perkembangan belajarnya sehingga bisa memberikan motivasi untuk bisa meningkatkan kemampuan belajar.



Kedungwuni  - Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran berkarakter dengan model pembelajaran di abad 21 dalam pendampingan LPMP Jawa Tengah Tahun Anggaran 2019 dilaksanakan pada tanggal 24 - 26 September 2019 di Aula SMK Negeri 1 Kedungwuni. Workshop dihadiri oleh guru sejumlah 108 orang yang terbagi dalam 3 kelas.

Dalam Workshop tersebut memaparkan tentang teknik dan kaidah penyusunan RPP yang benar mulai dari identitas sekolah hingga teknik penilaian terutama pada indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran.






Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.